Interval Ganti Oli


Dengan kurs USD saat ini (Sep 2013) yang mendekati Rp.12.000/ 1 USD, maka hampir dipastikan harga oli mobil kita, bakal naik lagi. Menurut beberapa pedagang, kira2 2 bulan lagi kalau kurs masih tetap seperti ini, dijamin harga oli, dll akan stabil dinaikkan. Saat ini pun beberapa pedagang yg kehabisan stok, sudah menaikkan harga oli, karena harga dari distributornya sudah naik.

Menyikapi hal itu, saya jadi kembali ingin tahu, apakah periode ganti oli per 10.000 km bisa dimanfaatkan untuk menghemat? Beberapa APM, seperti Nissan, Toyota, Honda, Mitsubishi, sudah beberapa saat yg lalu menjalankan periode ganti oli per 10.000 km. Namun belakangan mereka kembali merekomendasikan per 5000 km, jika mobil kita menghadapi hal-hal berikut: sering dipakai jarak pendek, kurang dari 20 menit per perjalanan, sering menghadapi kemacetan parah, mengangkat beban berat, rute jalan rusak dan berdebu. Wah, kalau kriterianya seperti itu, kebanyakan mobil di Indonesia butuh ganti oli per 5000 km dong…

Setelah penasaran dan browsing sana-sini, akhirnya dapat beberapa penjelasan yang lebih masuk akal, antara lain:

1. Interval ganti oli dihitung berdasarkan JAM MESIN.

Apa itu jam mesin? Jam mesin artinya berapa lama durasi mesin mobil Anda menyala. Jadi bukan lagi berdasarkan jarak tempuh. Oli mobil Anda didesain untuk dapat dipakai selama kurang lebih 220 jam. Lalu cara menghitungnya bagaimana? Gampang saja, carilah kecepatan rata2 mobil Anda, lalu kalikan dengan 220 jam, maka akan diperoleh di kilometer berapa oli perlu diganti.

Contoh:

X-Trail sering dipakai keluar kota Bdg-Jkt, jarak kedua kota tsb sekitar 180 km, jika waktu tempuh 3 jam, maka kec. rata2 adalah 180 km/3 jam = 60 km/jam. Maka interval ganti oli adalah 60 km/j x 220 jam = 13200 km

X-Trail dipakai Bekasi-Jkt,, jarak kedua kota 30 km, waktu tempuh 3 jam juga, maka kec.rata2 adalah 30km /3jam = 10 km/jam. Maka interval ganti oli adalah 10 km/j x 220 jam = 2200 km.

Dari kedua contoh diatas nampak berbeda sekali periode ganti olinya, karena kasus yg kedua mengalami macet berat (severe condition).

2. Interval ganti oli dihitung berdasarkan JENIS OLI.

Jenis oli disini dibedakan menjadi 3 macam yaitu: Mineral Oil, Semi-Synthetic Oil, dan Fully Synthetic Oil (100% Synthetic). Produsen Oli rata2 memiliki ke-3 range produk oli tersebut. Sebagai contoh: Shell HX-3 (mineral), HX-7 (semisyn), HX8/Ultra (fullysyn). Total 20W-50 (mineral), Total10W-40 (semisyn), Total5W-40 (fullysyn). Tulisan jenis oli selalu ada di setiap kemasan oli. Kalau produsen oli hanya menuliskan “synthetic” artinya adalah semi-synthetic, kadangkala mereka juga menuliskan “synthetic technology” atau “synthetic blend”, semuanya sama termasuk kategori semisyn. Biasanya semakin kearah Fully Synthetic, oli semakin encer.

Jika Anda pakai oli mineral, maka maksimum 3000 km, harus diganti.

Jika Anda pakai oli semi-synthetic, maka maksimum 7000 km, harus diganti.

Jika Anda pakai oli fully-synthetic, maka maksimum 12000 km, harus diganti.

3. Interval ganti oli dihitung berdasarkan RPM Mesin.

Maksudnya? Ini sih penemuan saya sendiri.. hehehe… Jika pakai X-Trail, pada kecepatan 100 km/j, RPM mesin adalah 2500 rpm. Sementara jika pakai Avanza 1.3 VVT-i, pada kecepatan 100 km/j, RPM mesin jauh lebih tinggi yaitu 3500 rpm. Ternyata oli yang masih bertahan enak di X-Trail sampai 5000 km, di Avanza (oli dg merk dan spek yg sama tersebut) sudah terasa kurang enak di 3500 km. Silahkan disimpulkan sendiri ya….

Hitungannya begini: 2500 rpm/3500rpm = 0.715, jika oli yg sama tersebut di X-Trail diganti per 5000 km, maka di Avanza 1.3, digantinya: 5000km x 0.715 = 3575 km.

Kebetulan sekarang di majalah Autobild, diberikan data2 berapa RPM di kecepatan 100 km/jam, maka data tersebut bisa dipakai untuk menghitung periode ganti oli juga.

4. Interval ganti oli dihitung berdasarkan Umur Oli.

Umur oli disini dihitung oleh on-board computer yang ada dimobil2 kelas atas. Produsen mobil memiliki metode penghitungan Umur Oli berdasarkan, berapa kali mesin dimatikan-dihidupkan, berapa lama mesin nyala, suhu oli saat pemakaian, kekentalan dan kelicinan oli, dll. Intinya kita sebagai pengguna mobil tinggal ngikut saja, jika saatnya ganti oli, maka akan ada lampu indikator yang menyala di dashboard. Ini metode yang paling enak dan mudah. Sayangnya di Nissan X-Trail belum ada fitur ini.

Demikian sharing saya, semoga menambah wawasan tentang pergantian oli. Jika membca artikel ini dan Anda tambah pusing, maka ikuti saja-lah rekomendasi dari produsen mobil atau bengkel mobil kepercayaan Anda. 🙂

–oOo—

2 thoughts on “Interval Ganti Oli

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s