X-Trail 2003 vs Fortuner 2008


Baik X-Trail maupun Fortuner merupakan 2 SUV yang ‘gagah’ dan ‘kuat’, namun pada dasarnya chasis keduanya berbeda, X-Trail monocoque frame, sementara Fortuner menggunakan ladder frame.

Secara kebetulan kira-kira 2 bulan yang lalu saya memperoleh Toyota Fortuner Luxury G 2.7 Bensin, sehingga iseng2 saya ingin sharing-kan perbandingan antara keduanya. Sebetulnya tidak layak diperbandingkan sih, mengingat kapasitas penumpang yang berbeda.

1. Kapasitas penumpang: Fortuner 7 org, X-Trail 5 org
2. Kenyamanan: X-Trail bantingannya lebih empuk, bantingan suspensi Fortuner cukup kaku dan keras.
3. Kesenyapan dalam kabin: Fortuner lebih senyap, gemuruh ban tidak terdengar.
4. Konsumsi BBM: Dalam kota, X-Trail lebih irit, tetapi luar kota Fortuner yang lebih irit.
5. Kelegaan kabin depan: X-Trail lebih lega tempat duduk dan spacenya.
6. Akselerasi: X-Trail lebih kencang dan kuat.
7. Posisi Mengemudi: Fortuner lebih tinggi
8. Pandangan melalui kaca belakang: X-Trail lebih luas pandangannya.
9. Entertainment: Fortuner punya kendali audio di setir, lalu ada Multi Information Display
10. Ban serep: X-Trail lebih bersih, karena disimpan dalam kabin.
11. Kapasitas bagasi; Jelas Fortuner lebih muat banyak.
12. Mencuci mobil: X-Trail lebih irit dan cepat pengerjaannya, karena bodinya lebih kecil.
13. Keluar masuk mobil: X-Trail lebih mudah dan tidak perlu ‘memanjat’
14. Kapasitas oli mesin: Fortuner 6 liter, X-Trail 4 liter
15. Cari Parkir: Fortuner lebih sulit bermanuver di lahan parkir yang sempit.
16. Kemampuan menerjang banjir: Fortuner lebih terpercaya melibas banjir.

Harus diakui keduanya merupakan mobil istimewa, namun jika Anda harus memilih salah satu, silahkan dipertimbangkan hal2 tersebut diatas.

Saya sendiri menggunakan X-Trail untuk keperluan kerja dan harian (Senin-Jumat) dan Fortuner untuk keperluan weekend (Sabtu-Minggu-Hari Libur)

In my humble opinion: X-Trail 2003 is still the best. (subjectif sekali… hahaha….)

4 thoughts on “X-Trail 2003 vs Fortuner 2008

    • tergantung rute dan cara menyetir. kalo pengalaman saya, rute dalam kota bandung, dapet 1 liter untuk 7 km (1:7), kalo dibawa ke luar kota, pantura jateng, bisa 1:11-12. Kalo dibawa ke bdg-jkt via cipularang, dapetnya 1:9-10.

  1. bisa 1:9 gak ya ? kira2 klo mau pake penghemat bahan bakar merk apa ya… trus pengaruhnya seberapa besar ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s