Ganti Jok Kulit

Bahan jok kain bawaan dari X-Trail 2.5 St yang tahan air tersebut, ternyata memiliki kelemahan, yaitu kotoran yang menempel susah hilang. Sehingga setelah kira2 dipakai 1 tahun, saya berencana untuk mengganti bahan pelapis jok tersebut dengan bahan kulit sapi asli.

Setelah lihat sana-lihat sini, akhirnya pilihan jatuh ke bahan kulit merk Pasubio (www.pasubio.com) buatan dari Italy.  Warna yang dipilih adalah semi-grey, senada dengan warna doortrim dan interior X-Trail.

Pengerjaan diserahkan ke Mustika Adi Jaya, langganan dealer resmi Nissan. Hasilnya sangat memuaskan, jok menjadi nyaman, empuk dan tidak panas.

Merk AC

A/C untuk X-trail yang dipasarkan di Indonesia ada 2 merk, yaitu dari Calsonic dan Zexel.
Ciri yang membedakan adalah Calsonic tidak menggunakan dryer dan jenis compressor-nya variable pressure sedangkan Zexel pakai dryer dan jenis compressor-nya Fix pressure.

Sistem A/C control kedua merek tersebut juga berbeda, Calsonic untuk control suhu nya berdasarkan pressure sedangkan Zexel pakai thermister.

X-trail dilengkapi kontrol overheat (engine overheat) secara automatis ECM akan cut off compressor A/C, bukan dimatikan secara manual dengan menggunakan knob On/Off A/C yang ada di panel dash instrument.

Prosedur Ganti Aki

1. Matikan mesin dan cabut kunci.

2. Lepaskan kabel NEGATIF terlebih dahulu, lalu POSITIVE.

3. Kendorkan baut pengencang aki dan ambil aki lama.

4. Pasang aki baru, pastikan berada di dudukan secara tepat.

5. Sambungkan kabel POSITIF dulu, lalu NEGATIF.

Jumpstart dengan Kabel Booster

1. Hubungkan kabel (+) ke terminal (+) aki mati.
2. Hubungkan kabel (+) ke terminal (+) aki bagus.
3. Hubungkan kabel earth (-) ke terminal (-) aki bagus.
4. Hubungkan kabel earth (-) ke sasis mobil yang mogok – sejauh mungkin dari aki mati.
5. Jalankan mesin dan lepaskan kabel dengan urutan terbalik di atas.

Accu Delkor

Saya ingin sharing pengalaman mengganti Accu, yang terjadi beberapa waktu yang lalu.

Fakta:

1. X-Trail saat pagi hari tiba-tiba tidak mau di-start.

2. Satu-dua hari sebelumnya mobil tersebut tidak dipakai sama sekali.

3. Umur aki kira-kira sudah 2,5 tahun = umur kendaraan…

4. Klakson bersuara keras, lampu semuanya nyala tanpa ada masalah.

5. Saat coba distarter, berbunyi tek..tek..tek..tek.., mesin sama sekali tidak bergoyang.

6. Saat kunci kontak di ‘On’ terdengar suara dengung elektronik di sekitar mesin, selama kunci di ‘On’ dengungan terdengar konstan.

7. Semua Indikator yang ada di panel menyala normal (Airbag, Oli, Mesin, dll)

Ayo, coba ditebak solusinya apa?

Solusi:

1. Kontak ke bengkel Nissan, menurut orang bagian service, itu adalah gejala aki drop (tidak bisa menyimpan muatan). Beliau menawarkan teknisi datang ke rumah, tapi saya pikir kalo sekedar copot aki bisa sendiri saja.

2. OK, saya coba saja lepas akinya dan dibawa ke penjual aki langganan.

3. Di test ternyata aki tersebut rusak 1 sel-nya. Percuma di-charge, musti ganti aki.

4. Akhirnya ganti aki deh. Jadinya ambil aki MF (Maintenance Free)/kering merk Delkor tipe 80D26L (NX110-5LMF) 75 Amp , kapasitasnya lebih gede daripada bawaan standar X-Trail yang ‘cuma’ 60 Amp (merk GS tipe 55D23L). Oh ya, menurut penjual aki tsb, aki buat X-Trail letak (+) dan (-)-nya lain dengan Toyota Kijang, jadi hati2 kalau mau beli aki, mesti diperhatikan konfigurasi (+)(-) nya.

5. Sampai rumah, langsung dipasang akinya, dudukannya ternyata pas banget dengan dudukan standar. Oh ya, alternatif lain yang masuk ke dudukan standar adalah aki tipe basah merk G-Force yang 80 Amp.

6. Setelah terpasang, coba di-start lagi dan….. Ternyata mesin langsung start!

Terimakasih kepada Bengkel Nissan yang telah memberikan solusi melalui telepon, yang ternyata tok cer.

Sekedar info tambahan, jika X-Trail mau dibawa jalan-jalan ke luar kota selama beberapa hari, ada baiknya kita melakukan check aki dengan voltmeter/multimeter.

Terakhir kali saya test aki GS-nya pakai multimeter digital, punya voltase 12.6 Volt, kira2 dua bulan yang lalu. Waktu rusak di test oleh toko kira2 11 volt (pake multimeter analog). Kesimpulannya 1 cell-nya rusak.

1 Cell = 2,1 Volt
Harusnya total 6 cell, 6 x 2,1 = 12,6 V
Rusak 1, tinggal 5 cell, 5 x 2,1 = 10,5 V —> kurang lebih cocok dengan hasil test.

Kesimpulan lain tentang aki,
1. Aki lebih awet kalo mobil dipakai setiap hari. (umur aki bisa > 2 tahun)
2. Air aki tidak boleh kurang dari batas MIN. (lebih dari batas MAX tidak apa-apa asal tidak tumpah)
3. Beberapa kali cell aki yang rusak/paling cepat habis airnya adalah cell yang paling tepi. Jadi prioritas pengecekan adalah cell paling tepi.
4. Bentuk/Form aki yang sedikit menggembung jika dilihat dari samping, menandakan mulainya tanda-tanda kerusakan.
5. Klakson yang masih keras atau lampu yang masih terang tidak menjadi jaminan kalo aki tidak bermasalah.
Referensi:

1. Info produk 80D26L http://www.delkor.com/foreign/eng/specification/spec-1.html

2. Tips2 tentang Aki http://www.delkor.com/language/eng/battery/usertip1.asp

3. Ganti & Check Aki http://www.gs.astra.co.id/isi_service_eng.htm

Long Term Update (Juli 2010):

- Delkor tersebut berumur 2,5 tahun juga. Jadi kekuatannya hampir sama dengan aki GS bawaan X-Trail.

- Desember 2008, ganti aki Delkor lagi. Diganti karena sudah ada tanda-tanda sulit di-start, atau harus agak lama starter-nya. Daripada mogok di jalan dan mengingat umur sudah 2,5 th, mending langsung meluncur ke toko aki. Melihat ketahanan aki tersebut, diperkirakan ganti aki lagi pada bulan Mei 2011.

Long term update 2 (Mei 2012)
- Wow ternyata prediksi saya meleset, Delkor bertahan sampai bulan Mei 2012, itupun terpaksa saya ganti mengingat umur yg sudah mencapai 3,5 tahun! saya khawatir kalau tiba2 tewas ditengah jalan. Ketahanan aki kering Delkor ini luar biasa, mungkin kebetulan dapat barang bagus ya… Sayangnya pas ganti kebetulan stock aki Delkornya sedang kosong, maka digantilah dengan aki kering merk Rocket. Sama2 produk Korea.

Iridium Spark Plug

Busi standar bawaan Nissan adalah NGK V-Groove LFR5A-11, harganya sekitar Rp. 20.000 per busi. Masa pemakaian sesuai rekomendasi bengkel resmi adalah 20.000 km. Saya pakai busi standar ini sampai dengan kira-kira 40.000 km, so far karena selalu rutin servis ke bengkel resmi dan mengikuti saran dari Nissan, semuanya baik-baik saja.

Setelah itu, saya beralih ke busi NGK Iridium IX dengan tipe LFR6AIX-11. Busi tersebut bersifat ‘lebih dingin’ ketimbang busi standard X-Trail. Maksudnya?

Busi “lebih dingin” mempunyai sifat melepas panas yg ada pada busi secara cepat. Gampangnya: mudah melepas panas dan lebih tahan panas. Sehingga busi dingin lebih cocok dipakai untuk mobil balap, mobil yg sering ngebut atau mobil yang jalan non-stop berjam-jam keluar kota. Kondisi mesin yang sangat panas harus diimbangi dengan busi yang cepat melepas panas, supaya businya tidak meleleh/rusak.

Busi “lebih panas” bersifat lambat melepas panas. Artinya busi tersebut cepat menjadi panas, karena panas tidak dilepaskan ke body mesin. Busi panas cocok untuk kendaraan yang sering menempuh jarak pendek dan sering berhenti, misalnya city driving, atau rpm mesin sering bermain di rpm rendah. Sebagai gambaran jika salah memilih busi, misalnya busi panas dipakai untuk balapan, maka busi tersebut bisa meleleh/pecah, karena lambat menyalurkan panas di busi tersebut ke body mesin.

Dari kode angka dan busi standard, maka kita bisa mengetahui apakah busi itu masuk kategori ‘dingin’ atau ‘panas’.
Contoh di XTrail,

  • Standar NGK LFR5A-11
  • Jika suka ngebut dengan rpm tinggi/jarak jauh luar kota, maka sebaiknya diganti ‘busi dingin’ maka pakai LFR6A-11
  • Sebaliknya jika jarak tempuh pendek-pendek saja, dominan city driving, gunakan ‘busi panas’ LFR4A-11. (tapi nampaknya tipe busi ini jarang dijumpai)

Kalau ingin jarang mengganti busi (interval service lebih panjang), maka pakai tipe Platinum, ada kode huruf ‘P’
Contoh: – PLFR5A-11 (busi ini merupakan busi standard Nissan Livina, dan bisa dipakai juga di X-Trail)

Jika ingin pengapian besar dan awet, maka pakai tipe Iridium-Platinum, ada kode P didepan dan IX di belakang
Contoh: – PLFR6AIX-11

Biasanya busi iridium, memiliki ujung/tip yang menyerupai jarum (lebih kecil). Ujung yang kecil ini justru mampu memperbesar pengapian, sehingga pembakaran dapat lebih sempurna (semua BBM habis terbakar, tidak ada residu dalam ruang pembakaran).

Pengalaman saya setelah mengganti busi dengan tipe Iridium tersebut:

  • tarikan terasa lebih baik
  • konsumsi bbm sedikit lebih irit
  • kondisi ujung busi lebih bersih
  • masa pakai busi lebih lama (sekarang sudah 45.000 km dan masih baik)
  • menggunakan bensin premium tt tidak ngelitik

Long Term Update (2010)

- Busi Iridium tersebut bertahan sampai sekitar 60.000 km. Akhirnya harus diganti juga karena salah satu busi mengalami retak pada keramiknya.

- Busi alternatif, bisa dipakai NGK Platinum untuk New X-Trail. Menurut Nissan, busi tersebut mampu bertahan sampai 100.000 km.

- jadwal ganti busi X-Trail saya adalah saat odometer menunjuk angka 165.ooo km

X-Trail 2003 vs Fortuner 2008

Baik X-Trail maupun Fortuner merupakan 2 SUV yang ‘gagah’ dan ‘kuat’, namun pada dasarnya chasis keduanya berbeda, X-Trail monocoque frame, sementara Fortuner menggunakan ladder frame.

Secara kebetulan kira-kira 2 bulan yang lalu saya memperoleh Toyota Fortuner Luxury G 2.7 Bensin, sehingga iseng2 saya ingin sharing-kan perbandingan antara keduanya. Sebetulnya tidak layak diperbandingkan sih, mengingat kapasitas penumpang yang berbeda.

1. Kapasitas penumpang: Fortuner 7 org, X-Trail 5 org
2. Kenyamanan: X-Trail bantingannya lebih empuk, bantingan suspensi Fortuner cukup kaku dan keras.
3. Kesenyapan dalam kabin: Fortuner lebih senyap, gemuruh ban tidak terdengar.
4. Konsumsi BBM: Dalam kota, X-Trail lebih irit, tetapi luar kota Fortuner yang lebih irit.
5. Kelegaan kabin depan: X-Trail lebih lega tempat duduk dan spacenya.
6. Akselerasi: X-Trail lebih kencang dan kuat.
7. Posisi Mengemudi: Fortuner lebih tinggi
8. Pandangan melalui kaca belakang: X-Trail lebih luas pandangannya.
9. Entertainment: Fortuner punya kendali audio di setir, lalu ada Multi Information Display
10. Ban serep: X-Trail lebih bersih, karena disimpan dalam kabin.
11. Kapasitas bagasi; Jelas Fortuner lebih muat banyak.
12. Mencuci mobil: X-Trail lebih irit dan cepat pengerjaannya, karena bodinya lebih kecil.
13. Keluar masuk mobil: X-Trail lebih mudah dan tidak perlu ‘memanjat’
14. Kapasitas oli mesin: Fortuner 6 liter, X-Trail 4 liter
15. Cari Parkir: Fortuner lebih sulit bermanuver di lahan parkir yang sempit.
16. Kemampuan menerjang banjir: Fortuner lebih terpercaya melibas banjir.

Harus diakui keduanya merupakan mobil istimewa, namun jika Anda harus memilih salah satu, silahkan dipertimbangkan hal2 tersebut diatas.

Saya sendiri menggunakan X-Trail untuk keperluan kerja dan harian (Senin-Jumat) dan Fortuner untuk keperluan weekend (Sabtu-Minggu-Hari Libur)

In my humble opinion: X-Trail 2003 is still the best. (subjectif sekali… hahaha….)

Tyre Replacements

Ban standard X-Trail: Dunlop Grandtrek ST20 215/65R16

Setelah kira-kira 50.000 km, sudah mulai menipis, saya ganti menjadi Bridgestone Dueler HT 684 215/65R16

Di km 65.000, dengan alasan suara yang berdengung dan berisik, serta bantingan yang terlalu keras, maka saya ganti menjadi Michelin XM1 215/65R16. Dan inilah ban ternyaman yang pernah bekerja untuk X-Trail saya.

Long Term Update (Juli 2010)

- Dengan treadwear 320, ternyata ban ini sangat awet, saat ini odometer sudah menunjukkan 125.000 km (pemakaian 60.000km), namun alur masih sedikit diatas TWI (treadwear indicator). FYI, jika TWI sudah tersentuh, artinya kedalaman alur tinggal 1.6mm saja. Beberapa pabrik ban mengkampanyekan kedalaman minimum yang aman adalah 3 mm. Ban baru umumnya memiliki kedalaman alur 8 mm.

- Ada beberapa kekurangan Michelin XM1 di kondisinya yang sekarang: karet ban tidak seempuk saat masih baru, kondisi tapak ban sedikit bocel-bocel (mungkin karena kompon yg lunak), alur sudah mulai tipis, sehingga mulai terasa aquaplanning yg tinggi saat melibas genangan air di jalan tol.

- Alternatif upgrade ukuran ban adalah 235/60R16 ada beberapa merk: GT Radial Champiro HPX dengan spek treadwear 340 traction AA temperature A. Merk lain Continental Conti Comfort-1 atau Michelin Primacy LC atau Michelin Latitude Tour HP (SUV) atau Bridgestone Dueler (SUV). Saya lebih tertarik ke passanger tyre daripada SUV tyre, karena lebih nyaman dan tidak berisik.

- Ban Dunlop ST20 produksi tahun 2003, bawaan asli X-Trail, akhirnya mengalami kerusakan benjol di jalur pantura, maklum, jalanan pantura rusak dan banyak lubang ditambah usia ban yang telah mencapai 7 tahun! Aslinya ban ini dijadikan ban serep, namun karena satu ban Michelin XM1 terkena paku dari samping, maka terpaksa Dunlop-nya turun gunung lagi.